Terlambat masuk sekolah? Wajib baca Kitab Suci 1 Juzz

Beberapa siswa SMKN Rawajitu Timur sedang membaca Al-Qur'an 1 Juzz karena terlambat masuk sekolah

Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.

Terkait dengan tujuan pendidikan sebagaimana tersebut diatas maka sudah menjadi kewajiban bagi tenaga pendidik untuk menanamkan sikap disiplin, tanggungjawab, mawas diri, beriman dan lain-lain.  Kedisiplinan seringkali menjadi permasalahan umum di setiap sekolah terutama keterlambatan masuk sekolah atau bolos sekolah sehingga mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar.

Beragam cara pemberian hukuman terhadap siswa yang terlambat atau bolos sekolah pun diterapkan diberbagai sekolah dengan tujuan dapat meminimalkan perilaku negatif dan meningkatkan perilaku positif yang diharapkan.

Sehubungan dengan kedisiplinan dan pemberian hukuman terhadap siswa yang melakukan pelanggaran kedispilinan, SMKN Rawajitu Timur yang merupakan satu-satunya sekolah kejuruan di Rawajitu Timur mempunyai kebiasaan unik yang telah disepakati bersama dan diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Kebiasaan unik tersebut diberlakukan terhadap siswa yang terlambat masuk sekolah dengan memberikan hukuman berupa membaca kitab sesuai dengan agama yang dipeluknya masing-masing.  Bagi yang beragama Islam wajib membaca Al-Qur’an 1 juzz, bagi yang beragama Kristen wajib membaca Kitab Injil dan begitu juga dengan yang beragama lain.  Cara ini rupanya memberikan dampak positif terhadap siswa.  Kalau ditelaah lebih dalam sepertinya ini bukanlah hukuman tapi lebih tepat mengarahkan anak agar meningkatkan pembelajaran dan wawasan keagamaan.

Dengan diberlakukannya bentuk hukuman itu terhadap SMKN Rawajitu Timur mulai terjadi penurunan drastis yang terlambat masuk sekolah.  Ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain yang sering terjadi pelanggaran kedislinan di sekolahnya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan