Kampungku bangun jembatan senilai 3 Milyar

[bumidipasenaabadi.desa.id] Sarana transportasi mempunyai peranan penting dalam mobilitas penduduk dan perkembangan ekonomi suatu wilayah.  Tidak hanya itu saja, lancarnya transportasi pastinya membawa perubahan besar berbagai sisi kehidupan.

Kampung di penghujung wilayah Kabupaten Tulang Bawang ini akhirnya mampu mewujudkan mimpinya mempunyai jembatan kampung sebagai akses jalan darat satu-satunya.  Tidak tanggung-tanggung, proyek pembangunan jembatan ini menghabiskan dana senilai 3 milyar.  Sebuah angka yang fantastis untuk sebuah kampung kecil yang penduduknya bermata pencaharian nelayan.

Saat ini masyarakat menggunakan ponton penyeberangan yaitu alat transportasi air untuk menyeberangkan penduduk yang akan bepergian keluar kampung.  Ponton ini mampu memuat sekitar 25 motor beserta penumpangnya.  Waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang kurang lebih 15 menit tergantung kondisi air pasang surut dan tentunya saat musim hujan tiba harus berhati-hati karena jalan becek dan licin.  Ditambah lagi dengan waktu tunggu dan antrian hingga 30 menit.  Namun dengan adanya jembatan ini nantinya waktu 30 menit tersebut bisa dipangkas habis.

Ponton penyeberangan yang digunakan masyarakat Kampung Bumi Dipasena Abadi saat ini.

Sumber pendanaan pembangunan jembatan kampung ini berasal dari Dana Kampung, Alokasi Dana Kampung dan Swadaya Masyarakat.  Nominal dana swadaya masyarakat yang mencapai 78% dari total anggaran 3 Milyaran, menjadikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.  Ini artinya masyarakat mempunyai kesadaran dan kepedulian tinggi ikut berpartisipasi dalam pembangunan kampung tercinta walaupun sekarang dalam kondisi memasuki krisis ekonomi.

Jembatan Kampung Bumi Dipasena Abadi dalam proses finishing

Pembangunan Jembatan Kampung dengan panjang 123 meter dan lebar 2,5 meter ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan dalam pengerjaannya.  Jembatan ini bisa dilewati kendaraan bermuatan dengan kapasitas optimal 8 ton.  Sekarang pembangunan jembatan dalam tahap finishing.  ”Angka 3 M ini sebenarnya belum sepenuhnya sampai pada finishing.  Masih banyak pekerjaan yang belum selesai, seperti portal dan pintu gerbang jembatan, penerangan jembatan, rumah tunggu atau pos penjagaan jembatan.  Diharapkan pertengahan bulan Agustus 2018 ini selesai dan segera bisa dioperasikan” Demikian yang disampaikan oleh Kepala Kampung Bumi Dipasena Abadi yang akrab dengan sapaan Gusdur dikantor Kampung pagi ini.

Kepala Kampung Bumi Dipasena Abadi saat menjelaskan tentang spesifikasi Jembatan Kampung yang sedang dibangun.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan