Perjalanan 1 Jam Akhirnya Hanya Ditempuh 15 Menit

Jembatan Kampung Bumi Dipasena Abadi yang baru saja diresmikan.

bumidipasenaabadi    Ponton Penyeberangan, begitulah masyarakat Kampung Bumi Dipasena Abadi menyebutnya.  Alat transportasi sederhana dari klotok yang dimodifikasi ini berfungsi menyeberangkan kendaraan beserta penumpangnya.  Inilah satu-satunya transportasi air yang biasanya digunakan sebagai alat transportasi penghubung masyarakat antar kampung.

Wajah Ponton Penyeberangan Kampung Bumi Dipasena Abadi yang telah melayani masyarakat selama 10 tahun dan telah beberapa kali renovasi.

Ponton ini telah setia melayani masyarakat Kampung Bumi Dipasena Abadi selama kurang lebih 10 tahun.   Seperti halnya dengan kampung-kampung lain di wilayah Kecamatan Rawajitu Timur.  Dalam kurun waktu selama itulah kisah suka dan duka menghiasi perjalanan masyarakat.

Keberadaan Jembatan penghubung antar kampung merupakan impian masyarakat sejak lama.  Secara bertahap, kampung-kampung mulai melakukan pengumpulan dana dari berbagai sumber untuk mewujudkan impian tersebut.  Dan akhirnya segalanya menjadi nyata, kampung-kampung di Rawajitu Timur mempunyai Jembatan Penghubung antar kampung.  Kampung yang terakhir ini melakukan pembangunan jembatan antar kampung adalah Kampung Bumi Dipasena Abadi yang menghabiskan dana senilai 3,2 Milyar.  Jembatan ini dianggap sekarang menjadi yang termegah dalam spanjang pembangunan jembatan di wilayah Rawajitu Timur terakhir ini.  Dan lebih menakjubkan lagi 70% dari dana tersebut adalah dana swadaya masyarakat Kampung Bumi Dipasena Abadi.

Jarak kampung Bumi Dipasena Abadi menuju Pasar induk Rawajitu sejauh 15 km.  Jika sebelumnya menggunakan ponton penyeberangan ditempuh dalam waktu 1 jam maka dengan adanya jembatan kampung ini waktu tersebut bisa dipangkas menjadi hanya 15 menit.  Benar-benar adanya jembatan kampung ini membawa banyak perubahan di masyarakat terutama putaran perekonomian masyarakat.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan